Rabu, 29 Mei 2013

Cara Menulis Berita yang Mengandung Unsur 5W+1H



Cara menulis berita yang baik harus mengikuti rumus 5W+1H ( what, when, who, where, why, how/ADIKASIMBA ). Berikut ini adalah penjelasan mudah dalam menulis berita.
What atau Apa
Artinya,
Anda harus menulis menyangkut objek berita dan jenis berita itu. Misalnya, apakah katagori berita kriminal, bisnis, politik, ataukah berita olah raga.

When atau Kapan
Cantumkan juga keterangan waktu yang jelas peristiwa itu terjadi. Misalnya, Minggu ( 9/10 ) pukul 22.30, terjadi kebakaran yang menghanguskan komplek pasar. Keterangan, hari tanggal dan jam peristiwa harus tercantum dalam berita. 
Who atau Siapa
Setiap ada peristiwa pasti ada subjek atau pelaku yang mengerakkan peristiwa itu terjadi. Jangan sampai Anda menulis berita tanpa mencantumkan pelakunya atau siapa-siapa yang hadir pada waktu kejadian ( bisa-bisa Anda membuat berita bohong ). Contohnya, Wakil Presiden Boediono memimpin rapat kabinet terbatas di Istana yang dihadiri para mentri yang membawahi Departemen.

Where atau Di mana
Cantumkan keterangan tempat peristiwa itu terjadi. Misalnya, telah terjadi pembunuhan di kebun tebu yang berada di desa Masai, Kecamatan Beranda, Kabupaten Senarai. Diperkirakan pelakunya adalah aparat desa setempat.

Why atau Kenapa
Sesuai peribahasa tak ada asap kalau tak ada api. Tak ada peristiwa kalau tak ada penyebabnya. Di sinilah seni membuat berita. Anda harus cermat dalam menyajikan berita. Carilah narasumber berita lebih dari satu agar kualitas berita anda berimbang.

How atau Bagaimana
Maksudnya, Anda harus tahu pasti bagaimana berita yang diliput bisa terjadi. Bagaimana dampaknya bagi subjek setelah peristiwa itu terjadi. Misalnya, illegal loging yang merajalela menyebabkan banjir bandang di Wasior hingga menelan korban jiwa sebanyak 180 orang tewas dan 10 orang hilang.

Selain mematuhi rumus 5W+1H Anda juga harus menggunakan kosa kata yang tepat dan bahasa yang mudah dipahami. Periksa kembali berita Anda, periksa susunan kata, hindari kesalahan ketik dan tanda baca, dan sebagainya. Selalu menambah wawasan dan menambah koneksi agar Anda mudah wawancara terhadap narasumber. Selamat mencoba.

SUMBER: http://anggahadisuwarno.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih telah menitipkan komentar
semoga informasi ini bermanfaat
Wassalam